Editor: Amelia Qusnina, Tim Editorial Stamps

Industri food and beverage (F&B) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan sektor makanan dan minuman berkontribusi lebih dari 30% terhadap PDB industri nonmigas dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling stabil setiap tahun.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, tingkat persaingan sangat tinggi. Restoran, kafe, dan brand minuman baru bermunculan hampir setiap bulan. Tantangan utamanya bukan hanya menarik pelanggan baru, melainkan menjaga agar mereka kembali melakukan pembelian.
Di sinilah crm marketing memainkan peran krusial.
CRM marketing adalah strategi pemasaran berbasis sistem Customer Relationship Management (CRM) yang memanfaatkan data pelanggan untuk menciptakan komunikasi, promosi, dan pengalaman yang lebih personal serta relevan.
Berbeda dengan pemasaran konvensional yang bersifat massal, crm marketing berfokus pada:
Pendekatan ini memungkinkan bisnis F&B tidak lagi menebak-nebak strategi promosi, melainkan mengambil keputusan berdasarkan data aktual.
Menurut Harvard Business Review, peningkatan retensi pelanggan sebesar 5% dapat meningkatkan profit hingga 25–95%.
Selain itu, biaya mendapatkan pelanggan baru bisa 5–7 kali lebih mahal dibanding mempertahankan pelanggan lama.
Dalam konteks F&B, pelanggan loyal cenderung:
CRM marketing membantu bisnis mengidentifikasi pelanggan bernilai tinggi dan menjaga hubungan dengan mereka secara konsisten.
Riset McKinsey menunjukkan bahwa personalisasi dapat meningkatkan pendapatan hingga 10–15% dan meningkatkan efisiensi biaya pemasaran hingga 30%.
Dalam industri F&B, personalisasi dapat berupa:
Semua ini hanya dapat dijalankan secara efektif melalui sistem crm marketing yang terintegrasi.
Banyak bisnis F&B masih mengandalkan marketplace atau platform pihak ketiga. Akibatnya, data pelanggan tidak sepenuhnya dimiliki brand.
Dengan crm marketing, bisnis dapat:
Data ini menjadi dasar untuk strategi pertumbuhan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Agar efektif, crm marketing di industri F&B harus mencakup:
Semua data transaksi, preferensi, dan interaksi pelanggan tersimpan dalam satu sistem.
Pelanggan dapat dikelompokkan berdasarkan:
Program poin, membership, atau reward terhubung langsung dengan data transaksi.
Pengiriman promo, notifikasi, dan kampanye berjalan otomatis sesuai trigger tertentu.
Pemilik bisnis dapat melihat:
Berbagai studi industri menunjukkan bahwa pelanggan loyal memiliki nilai 3–5 kali lebih tinggi dibanding pelanggan baru.
Dalam F&B, pelanggan yang tergabung dalam program loyalitas terbukti:
Artinya, crm marketing bukan hanya meningkatkan engagement, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan.
Tanpa sistem yang terintegrasi, bisnis F&B sering menghadapi:
CRM marketing mengatasi masalah tersebut dengan pendekatan berbasis data dan otomatisasi.
Bisnis F&B yang berkelanjutan bukan hanya yang ramai sesaat karena promo viral, tetapi yang mampu:
CRM marketing menghubungkan operasional, pemasaran, dan loyalitas dalam satu ekosistem yang terukur.
Gunakan CRM marketing terbaik untuk bisnis F&B Anda. Jika bisnis Anda ingin meningkatkan repeat order, mengelola database pelanggan secara terpusat, menjalankan loyalty program berbasis data, mengoptimalkan campaign marketing dengan hasil yang terukur, serta meningkatkan customer lifetime value secara konsisten, maka sistem CRM marketing terintegrasi dari Stamps dapat menjadi solusi yang tepat.
Stamps membantu bisnis F&B mengubah data pelanggan menjadi strategi pertumbuhan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Saatnya beralih dari promosi sporadis ke strategi CRM marketing berbasis data yang terbukti lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan. Saatnya beralih dari promosi sporadis ke strategi crm marketing yang berbasis data dan terbukti efektif.