Loyalty Rewards Cards Perlu Memberikan Manfaat yang Mudah Dirasakan Pelanggan


Program loyalty semakin banyak digunakan bisnis untuk mempertahankan pelanggan. Salah satu bentuk yang umum digunakan adalahloyalty rewards cards, yang memungkinkan pelanggan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai keuntungan.
Namun, memiliki program loyalty saja tidak menjamin pelanggan akan terus menggunakannya. Reward yang sulit dicapai, aturan yang terlalu rumit, atau poin yang tidak kunjung dapat digunakan dapat membuat pelanggan kehilangan minat.
Laporan Antavo Global Customer Loyalty Report 2026 mencatat 49,1% konsumen merasa kecewa karena membutuhkan waktu terlalu lama untuk mendapatkan rewards. Sebanyak 41,1% lainnya merasa frustrasi ketika poin mereka kedaluwarsa sebelum digunakan.
Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa 27% poin yang diperoleh pelanggan pada 2025 tidak digunakan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya jarak antara poin yang dikumpulkan pelanggan dan manfaat yang benar-benar mereka rasakan.
Kemudahan menjadi bagian penting dalam loyalty program
Pelanggan umumnya ingin mengetahui tiga hal ketika mengikuti program loyalty: berapa banyak poin yang sudah dikumpulkan, reward apa yang tersedia, dan kapan poin tersebut dapat digunakan.
Informasi yang mudah ditemukan dapat membuat pelanggan lebih memahami manfaat program. Sebaliknya, proses yang panjang atau aturan yang sulit dipahami dapat membuat pelanggan enggan menggunakan poin yang mereka miliki.
Kondisi tersebut juga terlihat dalam konteks bisnis di Indonesia. Penelitian terhadap 148 konsumen minimarket di Indonesia menemukan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap penggunaan loyalty rewards program dan pembelian kembali.
Penelitian tersebut juga menyoroti penggunaan aplikasi digital dan sistem pembayaran yang dapat membantu pelanggan memantau serta menggunakan poin dengan lebih mudah.
Terlalu banyak pilihan juga dapat menjadi masalah
Bisnis memiliki banyak cara untuk mengembangkanloyalty rewards cards, mulai dari sistem poin, voucher, hingga berbagai tingkatan membership. Namun, semakin banyak pilihan yang diberikan, semakin penting bagi bisnis untuk memastikan program tetap mudah dipahami.
EY Loyalty Market Study 2026 menunjukkan bahwa kompleksitas menjadi salah satu tantangan dalam loyalty program. Konsumen semakin memperhatikan seberapa mudah rewards dilacak dan seberapa cepat manfaatnya dapat digunakan.
Karena itu, bisnis perlu mempertimbangkan pengalaman pelanggan ketika menentukan mekanisme program loyalty. Reward yang menarik tetap perlu disertai proses yang jelas agar pelanggan dapat memahami cara mendapatkannya dan menggunakannya.
Reward yang relevan dapat memperkuat pengalaman pelanggan
Loyalty rewards cards memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memberikan poin. Data dari transaksi pelanggan dapat membantu bisnis memahami kebiasaan pembelian dan menentukan reward yang lebih sesuai.
Misalnya, pelanggan yang rutin membeli produk tertentu dapat menerima benefit yang berkaitan dengan kebiasaan tersebut. Pendekatan seperti ini membuat program loyalty lebih relevan sekaligus memberikan alasan bagi pelanggan untuk terus menggunakannya.
Bagi bisnis, loyalty rewards cards dapat menjadi bagian dari strategi customer retention ketika program dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan, manfaat, dan kebiasaan pelanggan.
Reward yang mudah dipahami dan mudah digunakan dapat membuat pelanggan lebih mampu melihat manfaat dari setiap transaksi yang mereka lakukan.

